Sabtu, 27 Agustus 2011

Cara Konversi KoordinatUTM ke TM3-BPN

Berurusan dengan Badan Pertanahan Nasional merupakan hal yang sering dilakukan oleh orang yang mengurus surat tanah. Entah urusan jual beli, warisan, perubahan akte, dst. Meskipun denah tanah pada buku tanah itu berbentuk sket, sesungguhnya BPN memiliki sistem koordinat sendiri yang dinamakan TM3. Tentunya untuk lokasi itu, BPN memerlukan akurasi koordinat posisi lokasi yang tinggi.

Untuk itu dibuat undang-undang yang menetapkan penggunaan sistem koordinat yang dianggap akurat yaitu Transverse Mercator 3 yang lebih dikenal sebagai sistem koordinat TM3.Sistem koordinat ini memodifikasi sistem koordinat yang udah ada sebelumnya yaitu UTM (Universal Transverse Mecantor) WGS 1984, dengan cara membagi sistem proyeksi UTM 6 derajat ke 3 derajat. Sehingga dalam satu zona UTM 49 selatan misalnya, terdiri dari 2 zona TM3, yaitu TM3 zona 49.1 dan TM3 zona 49.2. Ndilalah, saya ketemu teman yang beli buku panduan TM3 terbitan Bakosurtanal pada pameran Geospasial 2006 lalu. Buku tersebut menjadi awal yang baik untuk pengembangan sistem proyeksi pada software SIG umum digunakan di Indonesia.

Saya coba memberi beberapa clue tentang cara konversi dari UTM ke TM3 menggunakan Arcview. Semoga bisa ditindak-lanjuti oleh teman-teman lain yang berkutat erat dengan produk2 ESRI.

1. Langkahnya adalah sbb:
buka sembarang file peta berkoordinat UTM pada Arcview, misal UTM WGS84 zona 49S.

2. Atur satuan jarak dan proyeksi peta dalam satuan meter (View > Properties)

3. Aktifkan ekstensi Projection Utility Wizard (File > Extensions). Ekstensi projection utility ini digunakan untuk mengubah sistem proyeksi misal dari Derajat desimal UTM atau sebaliknya.

4. Jalankan ekstensi Projection Utility (File > Arcview Projection Utility)

5. bila ada pesan error, klik OK, kemudian pilih Browse pada menu Wizard Step 1, untuk menentukan file peta yang akan diproyeksi ke TM3. Klik Next.

6. Pilih sistem proyeksi peta awal yaitu UTM WGS84 zona 49 selatan.

7. Perhatikan menu bagian 'Parameters' akan tampak parameter2 yang digunakan untuk konversi sistem koordinat WGS84 zone 49s.

8. klik Next, maka projection utility wizard akan memberikan proyeksi pada file peta yang akan dikonversi (akan muncul tambahan file *.PRJ), dan akan muncul menu Wizard Step 3.

9. Nah, pada menu Step 3 bagian ini yang cukup krusial, yaitu penentuan parameter baru TM3, jadi mas-mas dan mbak-mbak perlu melihat ulang parameter dari buku tersebut.


Pada gambar berikutnya peta UTM zone 49 selatan dikonversi ke proyeksi TM3 zona 49.2, menggunakan parameter yang diambil dari buku tsb.



Selasa, 31 Mei 2011

Kunci Kebahagian Sejati adalah Ketenangan Jiwa

Usaha apapun yang dilakukan semua manusia pada zaman sekarang ini pada hakikatnya adalah mencari kebahagian. Kerja keras siang malam, pontang panting, kesana kemari pada intinya adalah mencari kebahagian.

Tapi sayang, banyak persepsi yang salah terhadap sumber kebahagian oleh manusia jaman skg ini, materi dan harta yang berlimpah dianggap sumber utama terciptanya kebahagian. Sudah banyak contoh, manusia yang kaya raya berlimpah tapi hidupnya sengsara di perbudak oleh hartanya, sibuk kesana kemari mengurusi masalah hartanya . benar pepatah mengatakan : “ sedikit sekali orang kaya yang menjadi majikan dari hartanya, kebanyakan mereka lah yang menjadi budak harta”. Oh alangkah bahagianya mereka yang kaya tapi sebagai majikan dari kekayaannya. Semoga itu anda sekalian…amin3x

Dari fakta diatas Sudah saatnya kita mencari sumber kebahagian sejati, dimanakah letak kebahagian sejati itu?

Tidak usah jauh-jauh kita mencari sobat.., kebahagian sejati ada dalam hati/jiwa kita sendiri. Kita tinggal mengatur hati kita menjadi hati yang tenang dan damai. Bagaiamana caranya? Dengan banyak berdzikir pada Allah kunci utamanya , banyak berdzikir mengingatkan kita akan betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan pada kita, sehingga kita menjadi manusia yang banyak bersyukur , janji Allah.. siapa yang banyak bersyukur .. maka nikmat Allah akan ditambah. Dan perlu diingat sobat.. nikmat Allah banyak macamnya bukan cuma harta benda saja itu yang sering kita salah persepsi tentang nikmat Allah.

Saatnya kita mencari kebahagian hakiki dengan cara memiliki hati yang tenang dengan cara banyak berdzikir. Mari kita berdzikir , insyaallah kebahagian sejati akan kita capai.

Jumat, 27 Mei 2011

Cerita bijak Seorang Petani

Dahulu kala, ada seorg petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik & gagah.
Suatu hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-2 nya menyayangkan & mengejek dia karna tdk menjual kudanya itu.

Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-2 nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-2 nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-2 baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-2 nya berkata : rupanya kuda-2 itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. Teman-2 nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-2 kami.

Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk hari esok.
Tetapi yg PASTI : Tuhan paling tahu yg terbaik buat kita.. Bagian kita adalah :
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita”

Sekali Lagi, Bersyukurlah!

bayi bersyukurCoba anda sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup anda. Renungkan tentang apa yang telah anda capai, orang-orang yang memperhatikan anda, pengalaman yang telah anda dapatkan, keahlian dan minat yang anda miliki; apa yang anda percayai, dan hal-hal yang terindah dalam hidup anda.

Hal-hal yang anda hargai, pelihara, dan jaga akan terus meningkat dalam hidup anda. Kelimpahan dimulai dengan dengan rasa syukur. Dengan rasa syukur yang tulus, anda menghargai apa yang telah anda miliki, yang selanjutnya akan mendorong anda secara mental, spiritual, dan fisik untuk mencapai apa saja yang menjadi tujuan anda.

Bagaimana mungkin anda mendapatkan hal-hal yang lebih besar, bila anda tidak bersyukur atas apa yang telah anda miliki saat ini? Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang anda telah miliki tersebut.
Anda tahu, bahwa anda dapat mencapai tujuan, karena anda pernah merintis hal seperti itu. Pengalaman adalah milik anda yang patut disyukuri. Siapa bilang tidak ada hal yang bisa disyukuri?

Segalanya dalam jangkauan anda saat anda bersyukur akan apa yang telah anda dapatkan.

Memberi Tanpa Pertimbangan

memberiCobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Berhentilah Mengeluh

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.

Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?

Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah :)


Cobalah Untuk Merenung

Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran.Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

Kisah Sang Tikus

tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”
Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”

‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.

Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menagkap mangsa. Istri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematok tangan istri petani itu. Petani iktu bergegas membawanya ke rumah sakit.

Si istri kembali ke rumah dengan tubuh mungil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk bahan supnya.

Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak kunjung sembuh. Banyak tetangg yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke rumahnya. Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai. Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat taklukan. Si istri mati, dan berpulh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan,

Kawan, apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung resikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada kebaikanya.

Dzikir

"Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan, dan segala apa yang ada di dalamnya itu bersifat tidak abadi. Derita dan gembira akan datang silih berganti menghadang setiap insan, berputar sedemikian rupa bagaikan putaran roda pedati, dan itu justru menimbulkan dinamika harmonis. Sebab kenikmatan baru dapat dirasakan sebagai suatu yang benar-benar nikmat apabila diawali dengan kepahitan dan kesulitan.

Pada saat kita beroleh kesuksesan dan kebahagiaan, janganlah kita larut dan lupa diri karena sebaiknya kita bersiap-siap untuk menghadapi kegagalan dan penderitaan. Namun demikian, kebahagiaan tersebut dapat lestari pabila kita pandai bersyukur..."


Tercenung, terpana, tanpa terasa dan tiada tertahan, airmata ini menetes, membanjir membasahi pipi ini, sajadah ini, mukena ini, juga lantai masjid ini... Allah, sungguh kata-kata yang bernas dari seorang pak Miftah. Kepala, isi pikiran, hati nurani, laksana dipukul godam, kesadaran diguncang begitu hebat bahwa sejatinya Allah tidak akan pernah terlena dan abai terhadap makhluk-Nya, ciptaan-Nya. Begitu mudah kita terbuai nafsu oleh kesenangan-kesenangan duniawi, baik berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang bertumpuk, kuda pilihan, sawah, dan sebagainya, padahal segala kesenangan itu akan hilang lenyap.

Membaca buku ini seolah kita sedang dituntun pada realita bahwa kita bukan siapa-siapa, entah dia yang merasa seorang manajer yang hebat dengan ilmu mumpuni dan banyak dikagumi, wanita dengan karir cemerlang, ibu rumah tangga yang sukses mengasuh buah hati, ataupun seorang presiden sekalipun. Perbanyak dzikir, karena kita tiada 'kan pernah tahu, seberapa banyak tabungan amal salih kita akan sanggup menolong kita dari panasnya api neraka, juga mungkin saja amal salih itu ibarat angin, tak berbekas akibat ketidakikhlasan kita, sifat riya dan ujub kita, atau kekeliruan cara kita melakukannya (entah dengan menyakiti hati orang lain, melawan hukum Allah, meringan-ringankan larangan-Nya, dan sebagainya). Astaghfirullah, sesungguhnya tiada seorangpun, tanpa kecuali, boleh menepuk dada bahwa dia pasti akan masuk surga-Nya...

Satu lagi buku yang menurutku bisa melengkapi buku ini adalah buku DOA, karangan pak Miftah juga, yang di dalamnya kita leluasa membaca doa apa saja, sesuai kondisi kita. Ini sekaligus menguatkan esensi Qur'an sebagai obat pelipur lara, dan hanya Allah jua sebaik-baik tempat curhat, tanpa batas waktu, tanpa khawatir ikhtilat, tanpa cemas akan biaya, tanpa gundah munculnya riak cemburu...

Cukuplah Allah bagiku,
cukuplah Allah bagiku,
tidak ada tuhan selain Dia.
Hanya kepada-Nya jua
hamba bertawakal...

LIHATLAH KEBAIKAN ORANG LAIN

Anjuran ini sama sekali tidak bermaksud agar anda selalu
menyenangkan orang lain, karena sebenarnya anda takkan mampu
melakukan hal itu.

Namun agar hidup anda lebih produktif, lebih efektif, dan lebih
ringan.

Bila semua orang senang mencari-cari sisi buruk orang lain,
maka dunia akan penuh dengan kebingungan. Anda akan berhadapan
dengan puluhan nasehat, ratusan saran bahkan ribuan caci-maki.

Hal ini berlaku pula pada diri anda.

Selalu melihat keburukan orang lain, membuat hidup anda menjadi kusam.

Sedangkan dengan melihat kebaikan orang lain, hidup menjadi
menyenangkan.

Anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk menikmatinya.

Kulit jeruk terasa pahit. Sedangkan isi jeruk terasa manis
menyegarkan.

Bukankah kita belajar dari alam?

Kita mengupas dan menyingkirkan kulit jeruk yang pahit untuk mereguk
kesegaran buah jeruk. Kita tak menyukai keburukan maka singkirkan.

Kita mencari kebaikan maka carilah.

Dan temukan itu pada setiap orang yang hadir dalam hidup anda.

Kearifan Emas

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat diperlukan, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?"


Sang guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu. "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun sambil tetap tersenyum arif berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu bergegas pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya ‘para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar' yang menilai demikian. Namun tidak bagi ‘pedagang emas'."

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

Menemukan Apa Yang Paling Penting

Setelah mengikuti pelatihan kepemimpinan mengenai Apa Yang Paling Penting, seorang eksekutif mengirimkan surat ke kantor Franklin Covey di Amerika Serikat. Isinya cukup menggugah, karena itu saya ingin menuliskan kutipannya untuk Anda semua.

"Saya mengikuti pelatihan Anda setahun lalu. Sebelumnya saya tak sadar bahwa apa yang saya lakukan tiap hari haruslah didasarkan pada nilai-nilai saya. Selesai pelatihan saya mulai menyelami nilai-nilai saya dan mencari apa yang terpenting bagi saya. Dalam proses kontemplasi tersebut saya menemukan bahwa yang terpenting adalah anak lelaki saya yang berusia 8 tahun. Saya sadar belum melakukan apa-apa untuknya. Karena itu, sejak tahun lalu saya putuskan untuk mencurahkan perhatian untuknya."

Eksekutif ini kemudian menceritakan beberapa kejadian menyenangkan yang ia alami bersama anaknya. Di halaman ketiga suratnya ia mengatakan, "Minggu lalu, anak saya itu meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas. Saya sangat sedih karena kehilangan anak yang tercinta. Tapi saya sama sekali tak merasa bersalah. Untuk pertama kalinya saya merasakan suatu ketenangan batin yang dalam. Terima kasih. Anda telah merubah hidup saya."

Langkah terpenting dalam hidup adalah menemukan apa yang paling penting. Banyak orang yang terlalu sibuk, sampai lupa merenungkan apa yang sebenarnya mereka cari. Mereka melakukan sesuatu yang tak jelas tujuannya.

Mereka melakukan begitu banyak hal yang tak penting dan mengorbankan hal-hal yang penting. Hidup memang penuh kesenangan yang menipu. Karena itu, sebelum berhasil menemukan yang terpenting, Anda akan menganggap semua hal penting. Akibatnya, tak pernah cukup waktu untuk melakukan semuanya.

Orang yang melakukan hal terpenting dalam hidupnya senantiasa merumuskan tujuan dari apapun yang dilakukannya. Lebih dari itu, Anda perlu menuliskan tujuan tersebut dengan jelas. Ini penting, karena banyak hal dapat mengganggu dan membelokkan Anda dari tujuan semula.

Ini salah satu contohnya. Sebagai orangtua Anda mengatakan bahwa semua tindakan Anda adalah demi kebahagiaan sang anak. Karena, tujuan tersebut tak pernah dituliskan secara jelas, akhirnya yang Anda lakukan bukan untuk kebahagiaan mereka, tapi untuk kebahagiaan Anda sendiri.

Ada anak yang berbakat melukis dan ingin menjadi pelukis kenamaan, tapi ayahnya menginginkannya jadi insinyur. "Menjadi pelukis tak bergengsi dan tak menjamin hidupmu kelak," kata ayahnya. Anak ini berhasil lulus, tapi tak berminat belajar dan bekerja di bidang itu. Tanpa disadari sang ayah sudah bergeser dari tujuan semula.

Bahkan untuk berlibur pun kita perlu menuliskan tujuan kita. Mungkin Anda berkomentar, "Kok repot-repot amat sih, bukankah kita ingin santai." Anda salah! Merumuskan tujuan yang jelas justru akan memudahkan Anda menciptakan liburan yang menyenangkan.

Seorang kawan suatu ketika berlibur ke Yogyakarta. Kebetulan ia pernah kuliah disana. Sampai di Yogya ia kemudian menghubungi teman-teman lamanya sehingga ia disibukkan oleh acara "reunian", sementara istri dan anak-anaknya dibiarkan tinggal di hotel. Akhirnya liburan justru menciptakan kesenjangan komunikasi dalam keluarga.

Seorang kawan lain pernah pula mengalami liburan yang tak menyenangkan, karena tergoda oleh "efisiensi." Dengan alasan penghematan, ia tak tinggal di hotel berbintang, walaupun sebenarnya anggarannya cukup memadai. Kepada keluarganya ia bilang, "Buat apa membayar hotel mahal-mahal, paling-paling hanya buat tidur." Suasana liburan menjadi kurang menyenangkan. Tujuan liburan untuk relaksasi dan menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga semakin jauh dari kenyataan.

Godaan-godaan semacam itu akan senantiasa Anda alami dalam hidup. Karena itu tanpa tujuan yang dirumuskan secara jelas sangat mudah kita berbelok dan malah menjauhi tujuan semula.

Untuk dapat sukses dalam hidup Anda harus menemukan apa yang paling penting. Saya ingin mengajak Anda membayangkan suatu hari yang pasti akan Anda lalui. Di hari itu Anda melihat diri Anda sendiri sedang terbaring di ruangan yang dipenuhi kerabat dan handai tolan. Ini adalah hari pemakaman Anda. Mereka semua memenuhi rumah Anda untuk mengekspresikan penghargaannya kepada Anda.

Masing-masing orang membawa kenangan tersendiri mengenai Anda. Itu tergambar dari wajah mereka masing-masing. Sebelum jenazah Anda dikuburkan beberapa dari mereka diminta menyampaikan ''pidato singkat'' mengenai Anda. Cobalah Anda renungkan dalam-dalam. Apa yang Anda ingin agar masing-masing pembicara itu berbicara mengenai Anda? Orang tua macam apakah Anda? Suami/Istri macam apakah Anda? Anak seperti apa? Saudara macam apa? Rekan kerja seperti apa? Tetangga macam apakah Anda?

Coba renungkan skenario di atas dalam-dalam. Setelah itu rumuskan dan tuliskan apa yang dapat Anda lakukan agar mereka semua memiliki kesan yang mendalam terhadap hidup Anda. Itulah tujuan Anda. Dengan demikian Anda akan paham apa yang penting dan apa yang tidak penting dalam hidup ini.

Roda Kehidupan

guru dan muridSuatu hari seorang Murid bertanya kepada Gurunya, “Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan yang menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?”

“Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan”, jelas sang Guru. “Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik, sesekali perlu kita sadari bahwa suatu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras.”

“Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada di bawah,” sang Murid kembali bertanya.

“Alasannya adalah iman, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta”, terang sang Guru.

“Hikmah selanjutnya?”, meneruskan tanyanya.

“Orang yang terkenal satu ketika harus siap untuk dilupakan, orang yang di atas harus siap mental untuk turun ke bawah. Orang kaya satu ketika harus siap untuk miskin,” sang Guru mengakhiri jawabannya.

Saat - Saat Penuh Rahmat

Bagai kerontangnya bumi karena kemarau panjang, sebagian manusia Indonesia kini sedang dahaga rohani, lebih dari sekadar formalitas ritual agama. Kekecewaan kita dengan amat jelas menunjukkan ada sesuatu yang harus dibenahi sehubungan dengan fondasi hidup kita. Penderitaan dengan jelas menyingkapkan bahwa ada yang melenceng dari persepsi kita terhadap hakikat hidup.

Di tengah kemelut ketidakpuasan, hasutan, kerusuhan, penghancuran, kejahatan, kita merasa semakin takut. Mulai dari rasa takut kehilangan pekerjaan - yang berarti hilang penghasilan - sampai rasa takut pada kematian. Di sisi lain, tangan kita mungkin bersih dari tindak perusakan atau pembunuhan, tetapi toh terselip keberingasan dan kebencian di dalam hati yang selalu kita sembunyikan di balik "topeng" kepalsuan.

Stop segala kegilaan ini! Mari kita peluk kegilaan lain: gila cinta kasih. Susuri kembali jalanNya karena Dialah sumber kesembuhan bagi segala kegalauan rohani kita itu.

Memang, warna hidup senantiasa tergantung pada rona "kacamata" yang kita pasang. "Kacamata" kelabu mengubah segala sesuatu tampak serbakelabu. Hidup pun tertatap suram. "Kacamata" bening menjadikan segala sesuatu tampak serbacerah. Hidup pun terpantul indah.

"Kacamata" buruk sangka dan kebencian menjerumuskan kita ke dalam hidup penuh rasa dendam dan curiga. "Kacamata" kedamaian akan membimbing kita ke dalam hidup penuh kedamaian.

Hidup tentu menjadi baik kalau dipandang dari sudut yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri, berpikir baik tentang orang lain, berpikir baik tentang keadaan, berpikir baik tentang Tuhan. Berpikir baik niscaya berbuah baik. Relasi antaranggota keluarga dipenuhi kehangatan. Relasi antarkawan diwarnai rasa saling percaya. Relasi antartetangga dijalini keakraban. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.

Kesadaran akan semua itu pastilah harus ditumbuhkan, berbareng niat yang bulat untuk mewujudkannya. Memperkuat diri dengan keimanan dan hati nurani, itulah jalan penuh rahmat. Bercakap-cakaplah dengan Tuhan berdua. Setelah itu, ajaklah teman. Sertakan pula "musuh" untuk ikut bercengkerama bersama denganNya. Lalu, baurkan diri dengan kenyataan. Hadapi angkara murka dengan pelukan persahabatan. Ringankan hati untuk memaafkan kekhilafan. Setelah itu mudah-mudahan kita semua terbebas dari segala kegilaan ini. Semoga Tuhan selalu bersama kita

Sepuluh Menit Lebih Lama

Orang-orang hebat sebenarnya hanyalah orang-orang biasa yang memiliki tekad yang luar biasa. Saat orang-orang disekeliling anda menyerah dan mundur, kertakkan gigi anda dan cobalah untuk menggali sedikit lebih dalam. Sukses diraih dan dipertahankan oleh mereka yang terus mencoba. Majulah, dan akuilah; hari ini anda mungkin belum mencapai apa yang anda inginkan, harapkan dan impikan.

Salah satu kunci untuk mendapatkan impian anda adalah sebuah tekad untuk tidak pernah Menyerah Ralph Waldo Emerson berkata, "Seseorang disebut pahlawan bukan karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani bertahan sepuluh menit lebih lama." Seorang atlit lari jarak jauh belajar untuk menjadi "terbiasa", la akan terus berlari hingga kecapekan, tetapi ia tidak akan berhenti. Pelari biasa akan menyerah. Tetapi, pelari jarak jauh tahu bahwa jika ia dapat menahan kesakitan itu sedikit lebih lama, ia akan menjadi "terbiasa".

Sebelum seseorang mencoba cukup keras dan cukup lama sampai ia menjadi "terbiasa", maka ia tidak akan pernah tahu seberapa besar yang bisa ia capai. Ingatlah, kemampuan itu terdiri dari 95% tekad untuk tetap bertahan.

Kamis, 26 Mei 2011

Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”


Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.


Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.


Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Moral of the Story :

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.

Belajar dari Garam dan Telaga

Pada jaman dahulu kala,hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.
"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".

"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.
"Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa

Kebahagiaan bukan terletak di sana..

Mengapa Anda selalu memandang ke sebelah sana?
Mengapa Anda selalu berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga lebih berbahagia?
Gampang dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih baik.

Anda berpikir segala dan kemampuan kucurahkan, tetapi hasilnya selalu mengecewakan.
Anda bersikeras, di sebelah sana lebih bagus dan baik, sambil bergantung terus pada bayangan yang indah.

Tapi pernahkah Anda berpikir bahwa mereka yang di sebelah sana melihat Anda di sebelah sini sambil berpikir, Anda lebih bahagia? Tapi mereka justru menyaksikan hanya yang menyenangkan tanpa mengenal kecemasan yang datang dan pergi di hati Anda.

Hidup bahagia adalah bentuk seni yang mengagumkan, termasuk di dalamnya adalah kepuasan.
Kebahagiaan terletak bukan di sebelah sana, melainkan di sini, di dalam hatimu sendiri..

5 Bola Kehidupan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara.

Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.

Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya?

1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti
3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ‘sayap’.
8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.

Dan akhirnya :

MASA LALU adalah SEJARAH , MASA DEPAN merupakan MISTERI dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut “The Present”.

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadits di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur'an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?
Maukan kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak
kerumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu..

Rabu, 25 Mei 2011

Lowongan Kerja Gresik Mei – Juni 2011 PT BEHAESTEX

PT BEHAESTEX, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia dengan produk andalan “SARUNG ATLAS”. saat ini membutuhkan tenaga-tenaga professional untuk menempati posisi:

1. MANAGEMENT TRAINEE
Pria
Usia max. 25 tahun
Pendidikan min S1 / D4 semua jurusan
Fresh Graduate / pengalaman max. 2 thn
IPK min. 3.00 (skala 4)
Menguasai Bahasa Inggris & Ms. Office

2. JUNIOR SUPERVISOR PPIC
Pria
Usia max. 30 thn.
Pendidikan minimal S1 semua jurusan
Memiliki pengalaman min. 2 thn. Dibidangnya
Menguasai Ms. Office & internet
Diutamakan memiliki pengalaman di perusahaan tekstil

3. JUNIOR SUPERVISOR TRAINING SDM
Pria / Wanita
Usia max 30 thn.
Pendidikan min. S1 semua jurusan
Memiliki pengalaman menangani Training atau E.O min. 2 thn
Menguasai Ms. Office & Bahasa Inggris

4. SUPERVISOR PSDM
Pria
Usia max. 35 tahun
Pendidikan min. S1 Psikologi
Memiliki pengalaman min. 3 thn. di bidang rekrutmen dan seleksi level Staff Manajemen
Memiliki kemampuan komunikasi dan membangun relasi yang baik.
Menguasai penggunaan alat tes Psikologi

5. SUPERVISOR PURCHASING
Pria
Usia max 35 thn
Pendidikan min. D3 semua jurusan
Memiliki pengalaman min. 3 thn di bidang purchasing

6. SUPERVISOR TRANSPORT
Pria
Usia max 35 thn
Pendidikan min S1 Teknik Mesin
Minimal memiliki SIM A.
Memahami prinsip dasar perawatan alat transportasi
Mampu mengorganisasi atau mengatur operasional driver
Pengalaman min 2 tahun di bidang Transport.

7. SUPERVISOR MERCHANDISER
Pria
Usia max.35 thn
Pendidikan min. D3 semua jurusan
Memiliki pengalaman min.3 thn di Merchandiser
Menguasai Ms Office & Internet
Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

8. SUPERVISOR I T
Pria
Usia max. 35 thn.
Pendidikan min. S1 Teknik Informatika / Komputer / Sistem Informasi
Menguasai hardware dan jaringan komputer (network)
Pengalaman min. 3 thn di bidang I T

9. SENIOR SUPERVISOR SDM
Pria
Usia max. 35 thn.
Pendidikan minimal S1 semua jurusan
Memiliki pengalaman min. 3 thn. di bidang SDM / HRD
Menguasai Ms Office & Internet
Menguasai Bahasa Inggris (Aktif / Pasif)

10. KOORDINATOR MARKETING SUPPORT
Pria
Usia max. 40 thn.
Pendidikan min. S1 semua jurusan
Mempunyai pengalaman min. 5 thn di Perusahaan Consumer Goods.
Memiliki konsep tentang marketing promotion
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik

11. KOORDINATOR SALES & DISTRIBUTION
Pria
Usia max. 40 thn.
Pendidikan min. S1 semua jurusan.
Berpengalaman min. 5 tahun di bidang sales & distribution
Menguasai & Responsif terhadap perkembangan pasar.

12. KOORDINATOR SDM & UMUM
Pria
Usia max 40 thn.
Pendidikan min. S1 Psikologi / Hukum / Manajemen SDM
Memahami dan mampu mengelola fungsi SDM
Berpengalaman min. 5 tahun di HRD

13. KOORDINATOR IT DEPARTEMENT
Pria
Usia max. 40 tahun
Pendidikan min S1 Teknik Informatika / Komputer / Sistem Informasi
Menguasai Pemrograman komputer, Network, dan Hardware
Pengalaman min. 5 thn di bidang I T.

Bagi anda yang memenuhi kualifikasi di atas dan berminat untuk bergabung dengan PT. Behaestex, kirimkan lamaran lengkap beserta dua lembar pas photo terbaru ukuran 4×6 ke:

PSDM PT. Behaestex Jl. Mayjend Sungkono 14 Gresik 61123
atau melalui email ke: corphrd.btx@gmail.com

Lowongan PT Ispat Indo

PT Ispat Indo
Info Lowongan Kerja Gresik 2011 Terbaru – Lowongan Kerja Terbaru Gresik 2011

A Multinational PMA Company steelmakers activities Sidoarjo and Gresik seeking candidates to fill vacancies and new upcoming projects:

He graduated in Electrical & Electronics Engineering of the University is famous for its hands of 4 to 10 years of experience in the electrical automation and Siemens PLC control, modify and troubleshooting in large sizes, processing industry

Sr.Engineer Siemens PLC Controls & Automation
(Jakarta Timur – Gresik and Sidoarjo)

Requirements:

  1. Candidate must possess at least a Diploma in Engineering (Electrical / Electronic), technical (IT / Telecommunication) or equivalent degree.
  2. Minimum 4 year (s) of working experience in a related field is required for this position.
  3. Preferably Coordinator / Supervisors specializing in Engineering – Electrical or equivalent.
  4. It must be expert in the Siemens PLC control, monitoring and modification and automation in steel industry
  5. 5 full-time positions available.
  6. Applicants must be willing to work in Sidoarjo and Gresik.

Responsibilities:

  1. PLC (Siemens S7) – Control, monitoring, modification and troubleshooting, HMI, AC & DC Drives Drive communication protocol between the PLC and Drives (PLC Siemens S7-)
  2. Instrumentation: Transmeters temperature, pressure Transmeters, flow meters, temperature recorders, pyrometers, controllers and weighing system
  3. Verification and periodic preventive maintenance and break the equipment mentioned above
  4. A good team player and fluent in English

Applicants from nearby areas of Sidoarjo, Gresik and East Java will be preferred. Posting will be at Sidoarjo – Gresik. Apply in 14 days to: PT. ISPAT INDO Taman, Sidoarjo PO BOX No. 1083 Surabaya 60010 OR E-mail to: recruitment.indo@mittalsteel.com

Sabtu, 21 Mei 2011

Rekrutmen Calon Karyawan Petrokimia Gresik 2011

PT Petrokimia Gresik merupakan pabrik pupuk terlengkap di Indonesia, yang pada awal berdirinya disebut Proyek Petrokimia Surabaya. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964, dan mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1972, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi PT Petrokimia Gresik.

Perubahan status perusahaan :
1 Perusahaan Umum (Perum) PP No. 55/1971
2 Persero PP No. 35/1974 jo PP No. 14/1975
3 Anggota Holding PT Pusri PP No. 28/1997
PT Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 hektar berlokasi di Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.

PT Petrokimia Gresik merupakan perusahaan milik negara, dan produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk, seperti: Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska, DAP, NPK Kebomas, ZK dan pupuk organik yaitu Petroganik .

PT Petrokimia Gresik juga telah memproduksi produk pupuk non, seperti: Asam Sulfat, Asam fosfat, Amoniak, Dry Ice, Aluminum Fluoride, Cement Penghambat, dll

Selamat Datang Calon Karyawan PT Petrokimia Gresik. Rekrutmen PT. Petrokimia Gresik resmi dibuka tanggal 7 Maret 2011 pukul 00.00 WIB. Semua data yang dimasukkan sebelum rekrutmen resmi dibuka akan dihapus kembali. PT Petrokimia Gresik membuka kesempatan kerja kepada Sarjana (S1) dengan Jurusan:

  • Teknik Kimia
  • Teknik Mesin
  • Teknik Fisika
  • Teknik Industri
  • Sistem Perkapalan
  • MIPA Kimia
  • Psikologi (Industri)
  • Hukum (Perdata/Bisnis)
  • Ilmu Komunikasi
  • Akuntansi
  • Manajemen
  • Agribisnis
  • Agronomi
  • Budidaya Pertanian
  • Teknologi Benih
  • Teknologi Pangan

Dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia;
  • Jenis kelamin laki-laki;
  • Usia maksimum 25 tahun (lahir setelah tanggal 28 Februari 1986);
  • Memiliki index Prestasi (IP) kumulatif ? 3,00;
  • Memiliki TOEFL minimal 475 (dibuktikan dengan sertifikat);
  • Sehat Jasmani dan Rohani;
  • Tidak buta warna;
  • Tidak terikat ikatan dinas pada instansi lain;
  • Sudah lulus kuliah (dibuktikan dengan Ijazah/Surat Keterangan Lulus).
  • Bagi yang berminat dapat mendaftar secara online melalui website e-Recruitment PT Petrokimia Gresik yang dapat diakses di http://recruitment.petrokimia-gresik.com paling lambat tanggal 20 Maret 2011.

Hormat Kami,
PT Petrokimia Gresik

Bambang Heru
Kepala Kompartemen SDM

Silahkan mendaftar secara online di: http://recruitment.petrokimia-gresik.com/
Jadwal Tes: Seleksi Administrasi 07/03/2011 – 20/03/2011